Penulis: Javier Stuart

Editor: Natasya Geovani Andika

Halo Sobat MICROBES! Kali ini Mimi hendak membahas tentang rempah rumahan lagi, nih, yaitu cabai. Meskipun terlihat seperti suatu rempah yang dapat memberikan sensasi pedas tak tertahankan, ternyata cabai memiliki banyak khasiat, lho.

Cabai merupakan salah satu bahan yang dikenal di seluruh dunia dan sudah dipakai dalam berbagai hidangan karena rasanya yang pedas dan unik. Cabai juga sudah digunakan sebagai sumber pengobatan sejak zaman kerajaan Maya dan Aztecs. Pada zaman kerajaan Maya, cabai digunakan untuk mengobati asma, sedangkan pada zaman kerajaan Aztecs, cabai digunakan untuk mengobati sakit gigi.

Capsaicin merupakan salah satu senyawa aktif yang ditemukan dalam cabai. Capsaicin termasuk golongan alkaloid. Selain capsaicin, cabai juga banyak mengandung vitamin C dan E, dimana vitamin E dan C merupakan antioksidan yang baik. Cabai juga diketahui bisa menurunkan tingkat kematian populasi manusia. Pada sebuah penelitian, ditemukan bahwa apabila seseorang mengonsumsi cabai, maka tingkat kematian dapat turun sebesar 14%.

Apabila seseorang ingin menggunakan khasiat-khasiat yang terkandung dalam cabai, maka biasanya cabai akan dibuat dalam bentuk plaster, krim, minyak atsiri, dan bubuk. Capsaicin pada cabai juga bisa membantu dalam mengurangi rasa sakit dengan cara mengurangi jumlah syaraf protein (subsistence protein), yang bertanggung jawab untuk mengirimkan sinyal rasa sakit ke otak.

Wah…. Terlihat keren, ya, Sobat MICROBES? Sebuah rempah dapur yang dikenal pedas ternyata mempunyai khasiat yang luar biasa untuk tubuh. Jadi, kalau Sobat MICROBES ingin memperoleh tubuh yang sehat, cabai merah dapat menjadi pilihan untuk dikonsumsi, ya.

Referensi:

Saleh BK, Omer A, Teweldemedhin B. 2018. Medicinal uses and health benefits of chili pepper (Capsicum spp.): a review. MOJ Food Processing & Technology. 6(4):325–328.