Penulis: Jesslyn Regina

Editor: Vanessa Rachel

Hai Sobat Microbes! Kalian pasti pernah menonton film Spongebob kan? Dalam salah satu episodenya menceritakan tentang “Cacing Besar Alaska” yang merupakan seekor cacing raksasa. Apa yang terlintas di kepala kalian jika diberi tahu bahwa cacing raksasa itu benar-benar ada?

Giant Palouse earthworm merupakan cacing tanah yang termasuk kedalam genus Driloleirus dan memiliki nama ilmiah Driloleirus americanus. Cacing Palouse memiliki panjang sekitar 20 hingga 30 cm dan berwarna merah muda keunguan. Cacing ini ditemukan oleh Drank Smith pada tahun 1897 di dekat Pullman Washington dan dinyatakan punah pada tahun 1980. Walaupun begitu, cacing tersebut kembali ditemukan kembali keberadaanya pada tahun 2005 di Moskow.

Habitat cacing ini adalah di sekitar lapisan tanah yang tidak padat, cukup dalam, mengandung abu vulkanik, dan kaya akan senyawa organik. Cacing Palouse sensitif dengan perubahan lingkungan di sekitarnya. Ketika diambil untuk diteliti, cacing tersebut akan mati sehingga proses identifikasi sulit untuk dilakukan. Satu-satunya cara untuk mengidentifikasi cacing ini adalah dengan mengambil sampel dari lendir atau sel kulit, lalu diteliti DNA-nya.

Cacing ini termasuk kedalam hewan yang dilindungi karena telah terancam punah. Saat ini, hanya tersisa 1% habitat asli dari cacing tersebut. Pada tahun 2015, sepuluh tahun setelah ditemukan kembali dari ambang kepunahan, U.S. Fish and Wildlife Service menyatakan cacing Palouse termasuk ke dalam kategori endangered species. Bagaimana Sobat Microbes? Apakah menurut kalian cacing Palouse mirip dengan Cacing Besar Alaska-nya Spongebob?

Sumber:

https://www.bostonglobe.com/lifestyle/2016/10/16/meet-giant-palouse-earthworm-rare-american-original/R1tkY8sjGjRmR6no88TZkI/story.html

https://www.seattletimes.com/seattle-news/idaho-scientists-find-fabled-giant-palouse-earthworm/