Bunga Chrysanthemum adalah bunga ornamental dan merupakan salah satu bahan terpenting dalam obat tradisional China. Selain digunakan sebagai obat tradisional China, bunga ini juga digunakan sebagai obat herbal dan food supplement. Bunga ini pertama kali dipetik pada abad ke-15 sebelum masehi dan pada saat itu dijadikan sebagai herbal. Namun seiring berjalannya waktu, bunga ini juga dikenal oleh kalangan masyarakat di Jepang, Korea, dan Amerika.

Bunga ini digunakan sebagai bahan utama obat-obatan karena memiliki kandungan cynaroside yang merupakan sebuah flavonoid glycoside. Senyawa cynaroside digunakan sebagai anti-inflamasi. Selain memiliki kandungan tersebut, bunga ini juga banyak ditemukan senyawa flavonoid dimana beberapa dari senyawa itu merupakan senyawa yang baik untuk melindungi tubuh dari virus dan HIV. Selain itu, ada juga beberapa senyawa lainnya dalam bunga ini yang digunakan sebagai anti mutan dan anti kanker.

Bunga chrysanthemum juga dikenal sebagai minuman teh. Masyarakat banyak mengonsumsi teh bunga chrysanthemum karena bau dan rasanya yang enak. Dalam teh ini, banyak terkandung aktivitas antioksidan. Sebuah penelitian sudah menunjukkan bahwa kemampuannya untuk menginhibisi senyawa-senyawa radikal adalah sebesar 61-76%.

Bagaimana, sobat MICROBES? keren banget, ya bunga ini! Selain indah, juga sehat kalau dikonsumsi. Oleh sebab itu, jika kita ingin sebuah minuman yang sehat sekaligus enak, boleh banget coba teh bunga chrysanthemum.

Citation:

Han A-R, Nam B, Kim B-R, Lee K-C, Song B-S, Kim S, Kim J-B, Jin C. 2019. Phytochemical composition and antioxidant activities of two different color Chrysanthemum flower teas. J Molecules. 24:1–14.

Suh MG, Choi H-S, Cho K, Park SS, Kim WJ, Suh HJ, Kim H. 2020. Anti-inflammatory action of herbal medicine comprised of Scutellaria baicalensis and Chrysanthemum morifolium. J Bioscience, Biotechnology, and Biochemistry. 84(9):1799–1809.