Media Informasi, Cerita, Referensi, Obrolan dan Berita Seputar FTb

Peti Mati Environmentally Friendly?

Penulis: Natasya Geovani Andika

Editor: Lucia Idelia Ulina Tindaon

https://lh5.googleusercontent.com/-in0noXT88QXERwll2ZsFJv0DJO38y9C6gliOGfGDXqHoDB_nJioUW42QySUGJ3ev0lhK3eZImHJBr4cG_Ib7-ic0YAyNOP03QTcPSEbvP6aLwhrkJ98pAbH5XMpbpJtpBass6I

               Hai, sobat MICROBES! Tentunya kalian sudah tidak asing lagi dengan yang namanya peti mati, bukan? Ya, peti mati adalah peti yang biasanya digunakan untuk meletakkan mayat yang akan dikubur. Nah, biasanya peti mati terbuat dari bahan kayu. Namun, peti mati yang satu ini konsepnya sangat berbeda. Seperti dari alam untuk alam. Waduh, seperti apa ya? Penasaran kan? Yuk, kita simak!

               Peti mati ramah lingkungan pertama kali dibuat oleh Loop, perusahaan rintisan Belanda. Peti mati ini terbuat dari miselium jamur. Mengapa peti ini disebut ramah lingkungan? Hal ini dikarenakan peti ini dapat terurai secara alami di dalam tanah. Ibaratnya dari alam, untuk alam, peti mati dengan bahan utama miselium ini dapat mempercepat proses pembusukan jenazah yang kemudian akan menjadi pupuk bagi tanaman. 

               Miselium sendiri saat ini telah banyak digunakan untuk keperluan pangan dan kesehatan, misalnya sebagai pangan fungsional, suplemen, food flavorings, dan obat-obatan. Tak lain tak bukan karena miselium memiliki segudang manfaat. Manfaat lain miselium adalah sebagai penetral racun, juga sebagai pendaur ulang alami. Manfaat inilah yang difokuskan dalam pembuatan peti mati environmental friendly.

               Penelitian dari Amerika menyatakan bahwa peti mati yang satu ini dapat terserap oleh alam dalam waktu 30 sampai dengan 45 hari. Dalam kurun waktu tersebut, peti mati ini dapat mendegradasi jenazah manusia dan mengubahnya menjadi nutrisi yang berguna bagi pertumbuhan tanaman serta menetralisir zat beracun yang ada di dalam tanah. Peti mati ini dijual dengan kisaran harga Rp 21,8 juta. 

               Bagaimana sobat MICROBES? Tertarik untuk membuat inovasi serupa?

Sumber:

Rathore H, Prasad S, Kapri M, Tiwari A, Sharma S. 2019. Medicinal importance of mushroom mycelium: mechanisms and applications. J of Functional Foods. 56(1):182-193.

www.cnnindonesia.com

« »