Penulis : Lucia Idelia Ulina Tindaon

Gympie Gympie: Once stung, never forgotten

Hai sobat MICROBES! Melihat gambar di atas pasti kalian bingung. “Daun tapi beracun?”, “Bagian mana ya yang beracun?” Tahukah kalian, bahwa racun yang diproduksi oleh tumbuhan yang satu ini sama persis dengan racun pada laba-laba dan kalajengking. Bagaimana, semakin penasaran kan? Yuk, simak artikel ini sampai habis ya!

Adalah Dendrocnide excelsa, atau familiar dengan sebutan gympie-gympie, nama dari tumbuhan ini. Gympie-gympie tumbuh di dua habitat, yaitu hutan tropis Indonesia (khususnya daerah Maluku) dan hutan hujan Australia. Ciri khasnya adalah memiliki daun yang berbentuk oval menyerupai hati dengan sejenis rambut-rambut kecil, namun tajam layaknya jarum. Meski hanya tertusuk trikoma yang berukuran sekitar 7 mm, tetapi rasa sakitnya akan sangat bertahan lama. Racun saraf pada tumbuhan gympie dinamai gympietides, sesuai dengan nama tumbuhan tersebut. Neurotoksin yang menyengat ini terletak pada rambut-rambut kecil daun, dimana struktur molekul racun yang ditemukan berbentuk seperti simpul.

Mekanisme terjadinya keracunan pada manusia adalah sebagai berikut. Awalnya, ketika kita tidak sengaja tersengat oleh tumbuhan tersebut, kita akan merasakan sensasi terbakar pada kulit. Beberapa jam kemudian, sensasi tersebut akan terasa lebih sakit, seolah-olah seperti terjepit pintu mobil. Rasa sakit ini dapat bertahan dalam hitungan minggu, ataupun bulan. Namun, hingga saat ini belum diketahui lebih lanjut lagi molekul mana di tumbuhan ini yang dapat menimbulkan rasa nyeri tak tertahankan itu.  Sekian dulu artikel dari Mimi, bagaimana tanggapan sobat MICROBES? Happy weekend!


Sumber : 

Gilding EK, Jami S, Deuis JR, Harvey PJ, Poth AG, Rehm FBH, Stow JL, Robinson SD, Yap K, Brown DL, Hamilton BR, Andersson D, Craik DJ, Vetter I, Durek T. 2020. Neurotoxic peptides from the venom of the giant Australian stinging tree. 6(38): 1-9.

www.Nationalgeographic.grid.id