Penulis: Natasya Geovani Andika

Editor: Lucia Idelia Ulina Tindaon

Hai, sobat MICROBES! Kali ini Mimi akan membahas mengenai nyamuk rekayasa genetika. Rekayasa genetika sendiri adalah proses memanipulasi DNA dari suatu organisme menggunakan ilmu bioteknologi yang bertujuan untuk mengubah karakteristik dari organisme tersebut. Nah, di era modern ini, rekayasa genetika sering diaplikasikan ke tanaman dan hewan dalam berbagai bidang, seperti pertanian dan kedokteran, agar dapat memberikan manfaat bagi manusia. Salah satu contoh hewan yang dapat direkayasa secara genetika adalah nyamuk.

Nyamuk rekayasa genetika yang dimaksud merupakan nyamuk Aedes aegypti jantan yang dimodifikasi secara genetik oleh Oxitec, perusahaan Amerika yang berkantor di Inggris . Tujuan rekayasa ini adalah untuk mengurangi penyebaran penyakit demam berdarah. Nyamuk yang sering disebut sebagai OX5034 ini membawa protein yang dapat membunuh keturunan nyamuk betina saat kawin, sehingga dapat mengurangi populasi nyamuk penyebar virus demam berdarah.  Selain itu, OX5034 tidak mengisap darah manusia, melainkan mengonsumsi sari bunga untuk bertahan hidup. 

Nyamuk rekayasa genetika ini sudah diuji coba di Brazil dan terbukti dapat menurunkan populasi nyamuk Aedes aegypti liar dan mengurangi penyebaran penyakit demam berdarah secara signifikan. Setelah percobaan di Brazil memperoleh keberhasilan, Oxitec berencana untuk melepas nyamuk OX5034 di Texas pada tahun 2021 jika telah memperoleh persetujuan. Namun, hal ini masih menuai kontroversi dari kalangan masyarakat. Meski demikian, penemuan ini dapat menjadi terobosan baru untuk memecahkan masalah kesehatan lainnya yang disebabkan oleh nyamuk Aedes aegypti, seperti virus chikungunya dan zika. Bagaimana sobat MICROBES, menarik kan? Yuk tulis pendapat kalian di kolom komentar, happy weekend! 😊

Sumber: 

https://sains.kompas.com/

https://www.cnnindonesia.com/

https://www.bbc.com/

https://www.kompasiana.com/