Kemasan Air yang Dapat Dimakan

Penulis: Jesslyn Regina

Editor: Lucia Idelia Ulina Tindaon

Balon Air ini Bisa Dimakan Loh! Namanya 'The Ooho' - WinNetNews.com

            Hai Sobat MICROBES! Kalian tentunya sudah tidak asing dengan botol minum.  Bentuknya relatif besar dan tidak jarang kalian kehilangan botol minum, kan?  Belum lagi, botol minum yang kalian gunakan dominan terbuat dari plastik. Selain itu, air minum kemasan yang dijual dikemas dalam wadah plastik. Lantas, apa masalahnya?

Menurut data yang diperoleh dari Asosiasi Industri Plastik Indonesia (INAPLAS) dan Badan Pusat Statistik (BPS), sekitar 3,2 juta sampah plastik yang telah dibuang ke laut. Terlebih lagi, sampah plastik sangat sulit terurai. Sulitnya sampah plastik terurai dapat membahayakan hewan laut, mengganggu keseimbangan ekosistem, dan menurunkan kualitas air. Berbagai solusi pun diusulkan untuk mengatasi hal ini. Salah satu alternatif yang dirancang para peneliti di Skipping Rocks Lab, UK adalah dengan mengembangkan kemasan air yang dapat dimakan. 

Kemasan botol minum yang imut ini dan menyerupai balon bernama The Ooho. The Ooho diisi oleh air minum dan pada saat dimasukkan ke dalam mulut, balon tersebut akan pecah dan terasa seperti meminum seteguk air. Sobat MICROBES juga tidak perlu khawatir untuk mengonsumsi balon tersebut karena bahan dasar yang digunakan berasal dari alga, sehingga aman untuk dikonsumsi dan relatif lebih mudah diurai dibandingkan plastik. Selain itu, sobat MICROBES tidak perlu khawatir lagi mengenai kehilangan botol minum 😊. Lalu, apakah The Ooho dapat disimpan dalam jangka waktu yang lama seperti botol minum pada umumnya? Sayangnya, The Ooho terurai dalam waktu 4-6 minggu, sehingga tidak dapat disimpan lama. Kabar baiknya, justru sifat mudah diurai ini tentunya menyatakan bahwa The Ooho sangat ramah lingkungan, sehingga keseimbangan ekosistem tidak terganggu, aman bagi hewan laut, dan menjaga kualitas air. Hal tersebut yang menjadi The Ooho masuk ke dalam langkah mengurangi atau reduce dalam hal pengolahan limbah (Prasad & Kuchibhotla 2019).

            Untuk saat ini, The Ooho masih belum bisa dinikmati oleh kalangan luas. Adanya kekurangan seperti kemasan yang tidak dapat diisi ulang, volume yang kecil, dan masa simpanyang singkat membuat para peneliti mencoba untuk menyempurnakannya. Jika The Ooho sudah dipasarkan secara luas, apakah sobat MICROBES tertarik untuk mencobanya? Tulis di kolom komentar ya, happy weekend 😊

Sumber:

Prasad KNHH, Kuchibhotla R. 2019. Reduce, recycle, reuse: an approach to environmental health and wealth creation through cost reduction. The Management Accountant. 1(1): 91-93.

https://www.cnet.com/news/microsoft-surface-duo-foldable-phone-could-launch-soon/

https://food.detik.com/info-kuliner/d-3473355/balon-air-yang-bisa-dimakan-ini-akan-jadi-pengganti-botol-plastik