Rapid Test

Penulis : Jesslyn Regina Alviana

EditorĀ  : Lucia Idelia Ulina Tindaon

Hai, Sobat MICROBES! Saat ini penyebaran virus corona semakin cepat. Untuk mengetahui apakah ada virus corona dalam tubuh kita, maka perlu dilakukan pemeriksaan, salah satunya lewat rapid test. Sebenarnya apa itu rapid test dan bagaimana cara kerjanya?

Rapid test merupakan metode screening yang digunakan untuk mengetahui adanya infeksi virus dengan mengecek antibodi IgG dan IgM dalam darah. Immunoglobulin G (IgG) atau immunoglobulin M (IgM) merupakan antibodi yang akan terbentuk saat virus menginfeksi. Ketika darah dimasukkan pada alat, antibodi IgM atau IgG akan bereaksi dan menghasilkan suatu warna. Rapid test dilakukan setelah ODP (orang dalam pengawasan) melakukan inkubasi selama 2 minggu. Pada saat seseorang terinfeksi maka IgM dalam tubuh naik, setelah kondisi tubuh membaik maka IgG akan naik. Jika keduanya positif maka orang tersebut terinfeksi aktif virus corona. Seseorang yang positif dalam rapid test maka akan dilanjutkan dengan swab test.

Pemeriksaan dengan menggunakan rapid test mudah dan praktis untuk dilakukan. Walaupun begitu metode ini tidak dapat memastikan penderita benar benar terinfeksi virus corona. Seseorang yang memiliki jumlah IgG dan IgM yang banyak belum tentu terinfeksi COVID-19, bisa jadi terinfeksi oleh virus lain seperti demam berdarah.

Referensi:

https://www.sehatq.com/artikel/rapid-test-corona-tidak-sama-dengan-pemeriksaan-swab-ini-penjelasannya

https://www.kompas.com/sains/read/2020/03/28/110400123/mengenal-rapid-test-corona-cara-kerjanya-dan-siapa-yang-boleh-tes?page=2